Pengalaman-Saya

Datar, dingin, sombong, begitulah…


Jul 2007

Saya adalah perempuan yang datar dalam menanggapi banyak kejadian. Orang lain menilai sikap datar saya dengan berbagai konsep seperti sombong, dingin, cuek, tidak peka, dsb. Saya menanggapi penilaian orang lain tersebut secara…ya datar. Saya tidak merasa tersinggung atau marah. Itu dia, saya merasa hal itu tidak penting. Tulisan ini kiranya ada hubungan dengan tulisan berjudul “Perempuan Tanpa Rasa”.

Kenapa saya bisa seperti itu? Well, that’s also my question.
Selama ini, saya merasa nyaman dengan sikap datar itu. Rasanya saya tidak pernah merasa begitu terpukau, terkagum, atau apapun istilah pada sesuatu atau seseorang. Apakah saya melindungi diri dari sesuatu? Hmm, saya belum tahu.

Saya pernah mengkritik XY karena dia kurang ekspresif. Tapi setelah dipikir-pikir, saya lebih ekstrem datarnya dibanding dia pada beberapa kejadian. Teman saya, XX, berkomentar mengenai saya.
“Ken, kamu tuh orangnya serius banget. Masak mie serius, dengar radio serius. Kamu nggak ada spontannya. Aku nggak bisa bayangin gimana kalau kamu having sex, datar juga kali.”
Heh?
Lainnya punya komentar sama. “Mbak Niken kalo nyetir motor serius banget. Kayak mau pergi jauh aja.”
Lainnya lagi, “Kamu terlalu rumit. Semua dihubungkan dengan politik dan gender.”
“Kamu menganalisis segalanya. Jatuh cinta nggak perlu teori.” Begitu kata teman yang lain waktu saya berusaha menganalisis konsep “pacaran”. Se-fundamental itukah saya? Ceila. Saya tampung, silahkan kalau ada yang mau menambah komentar.

Saya mudah ditebak. Itu bukan berita yang mengejutkan, apalagi saya juga tidak bisa bohong secara sengaja dan telak. Terakhir, ada seseorang yang merasa begitu “senang” dapat menebak sikap saya. Sementara saya justru terheran-heran. Nggak susah kok menebak saya jadi apa yang istimewa? Melihat orang yang begitu emosional dan ekspresif kadang membuat saya heran. Saya juga relatif mudah dibohongi. Coba, ceritakan saya sebuah cerita khayalan. Saya percaya. Buat apa nggak percaya? Namanya juga cerita.

Saya sempat heran ketika saya menulis status YM atau tulisan di homepage kemudian ada beberapa orang yang merasa tulisan itu mengenai dan ditujukan untuk dirinya. Pada beberapa kasus memang iya tapi pada sebagian yang lain sama sekali tidak. Ketika saya membahas dan menuliskan suatu kasus maka hal itu saya lakukan dengan antusias. Saya merasa mendapat emosi dari sana. Saya bisa saja menyimpan seluruh tulisan itu dalam komputer atau dicetak dan disimpan dalam folder. Tidak akan ada yang tahu dan orang lain juga tidak perlu tahu. Tapi….

Awalnya saya membuat homepage cenderung untuk mempraktekkan “ilmu html”. Beberapa lama setelah itu, saya menyadari bahwa saya punya banyak “lesson learned” (istilah yang lengket sejak gua di LSM) yang dapat saya tuliskan. Nah, ada homepage eksperimen yang perlu isi dan saya juga punya pengalaman yang perlu ditampung. Jodoh namanya.

Lagi-lagi, sempat terkejut ketika ada beberapa orang yang mengatakan bahwa tulisan saya bagus. Entah apa itu artinya isi tulisan saya bagus atau hanya gaya penulisan saya saja yang bagus. Saya menulis untuk belajar menjadi manusia yang mungkin suatu saat tidak begitu “datar” seperti sekarang. “Datar” bukan kesalahan tapi saya ingin mencoba sisi saya yang lain.

Wah, lagu Taylor Dayne “Love will lead you back” sedang diputar di radio. Saya ingat sekali lagu ini. Saya mendengarnya di RCTI pada usia sekitar 12 tahun. Saya suka lagu ini meskipun dulu tidak mengerti artinya. Jadi flashback…

Ketika saya jatuh cinta pun, saya tidak ingin memiliki atau menguasai orang itu. Seorang teman pernah mengomentari “gaya” jatuh cinta saya, “Ya, nggak tahu ya. Kalau aku, jika merasa seperti itu ya aku ingin memiliki, berusaha mendapatkan orang itu.” Saya mengangguk-angguk. Itu bukan saya. Saya “datar”, ya kadang agak landai. Saya tidak terobsesi pada seseorang atau suatu perasaan. Emosi saya terjaga kestabilannya, itu sisi positif. Sisi negatif, Ya, ada sih, saya terobsesi untuk mencantumkan biodata saya di biro jodoh Kompas. Obsesi dari zaman perunggu.

Mungkin salah satu alasan saya memublikasikan blog dan homepage adalah supaya orang lain memahami “kedataran” saya. Atau bisa dibilang pembelaan diri kalau saya dinilai sombong atau dingin. Dan itu pun nggak penting…tidak perlu dihapal.
Lempuyangan

SM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s