Pengalaman-Saya

Menjual Kecantikan ala Oriflame


28 Juli 2006

Bulan ini (Juli) saya resmi menjadi anggota penjualan Oriflame, merek produk kosmetik dari Swedia. Saya sendiri baru tahu kalau merek ini dibangun oleh dua lelaki bernama Robert af dan Jonas af Jochnick. CEO Oriflame sendiri seorang laki-laki bernama Magnus Brannstrom. Perwakilan mereka di Indonesia juga adalah laki-laki. Saya hanya heran, dengan begitu banyak direktur atau manager perempuan Oriflame di seluruh dunia, mengapa sepertinya tidak ada perempuan di jajaran elit mereka?

Sebenarnya sejak Juni, saya mencoba membantu ipar menjual Oriflame karena dia lah anggota resmi (di Oriflame disebut dengan konsultan). Kemudian bulan ini saya mendapat pesanan cukup banyak dan terus dibujuk untuk menjadi anggota. Alasannya sederhana, dalam sistem MLM yang dilakukan Oriflame, point dari penjualan saya akan ikut diperhitungkan dalam point penjualan sponsor saya yaitu ipar saya tadi. Jika saya memiliki “anak buah” maka point penjualannya juga akan masuk pada perhitungan point penjualan saya dan ipar saya. Saya sendiri baru mengetahui kalau untuk menjadi anggota harus punya sponsor atau anggota Oriflame yang merekomendasikan keanggotaan saya.

Saya masih mempelajari sistem bisnis ini karena selama dua bulan menjual Oriflame saya mulai melihat bahwa ada beberapa produk yang kurang pas dengan keinginan konsumen dan beberapa secara keseluruhan kurang sesuai dengan anatomi perempuan Indonesia. Contohnya adalah lipstik. Oriflame memiliki beberapa tipe dan sebagian tipe warna ketika diaplikasikan pada bibir ternyata hasilnya berbeda dari yang diinginkan. Bagi mereka yang memiliki bibir dengan warna lembut mungkin cocok tetapi bagi saya dengan bibir agak kecoklatan justru tidak terlihat.

Saat ini saya sedang mencari informasi mengenai produk Oriflame di bagian dunia lain. Saya ingin tahu apakah jenis produk dan warna yang ditawarkan sama atau berbeda. Hal yang paling mencolok adalah hampir seluruh model dalam katalog adalah perempuan dan laki-laki kulit putih. Anatomi mereka berbeda dengan saya dan banyak perempuan atau laki-laki lainnya.

Moto Oriflame adalah natural swedish cosmetics tetapi melihat bahan pembuat kosmetik sepertinya siapa pun dapat menciptakan jenis kosmetik yang sama. Saya tidak mengetahui keunikan dan perbedaan dari Oriflame. Saya pikir memang banyak konsumen yang tidak begitu peduli dengan apa yang saya pikirkan tetapi bagi saya penting. Sebagian besar produk Oriflame ditujukan bagi perempuan dan saya adalah perempuan. Hampir seluruh kosmetik mengandung bahan kimia dan orang awam seperti saya tidak memahami dampaknya bagi kulit dan tubuh saya. Banyak sekali tenaga penjual Oriflame adalah perempuan dan mereka memiliki kepentingan tertentu untuk menjadi anggota.

Dalam sistem MLM Oriflame (mungkin sistem lain juga sama), saya perlu membayar Rp 30.000,- untuk menjadi anggota dan saya mendapatkankan starter kit berupa 2 katalog produk, daftar harga, dan kadang ada bonus produk langsung. Keanggotaan itu berlangsung selama setahun dan Oriflame akan otomatis memperpanjang masa keanggotaan dan menarik biaya yang sama tahun depan yang ditambahkan pada struk pemesanan produk si anggota. Untuk menjual produk, anggota pasti memerlukan katalog dan dalam hal ini Oriflame memberi “subsidi”, artinya anggota hanya perlu membayar Rp 30.000,- untuk mendapatkan 20 buah katalog. Untuk membeli flyer, satunya dihargai Rp 400,-. Cukup murah memang tetapi itu berarti anggota harus memiliki modal untuk dapat menjual.

Proses pemesanan juga memerlukan modal karena pesanan yang masuk biasanya harus dibayar dari uang anggota yang memesan. Kemudian setelah barang diserahterimakan konsumen akan membayar ke anggota.

Saya dapat menjual cukup banyak di bulan pertama menjadi anggota karena saya melihat untuk konteks Jakarta, tidak semua orang memiliki waktu untuk berlama-lama belanja kosmetik dan bingung memilih. Dengan menjual langsung, konsumen dapat langsung memilih dari katalog atau mencoba tester yang saya bawa, pesan, dan bayar setelah barang diterima. Bahkan beberapa anggota dapat memberi keringanan, misalnya bila seseorang membeli produk sejumlah lebih dari Rp 100.000,- maka dapat dicicil dua kali.

Keuntungan yang diperoleh anggota atau penjual seperti saya adalah selisih harga katalog dengan harga anggota dan bonus setiap berhasil menjual total 75, 100, dan 150 point. Bonus itu sendiri berupa produk Oriflame sehingga untuk menjadikannya uang tunai, sekali lagi kita harus menjual produk bonus itu. Jika saya berhasil menjual 75 point maka bonus saya produk seharga Rp 60.000,-, jika total point produk yang saya jual adalah 150 maka bonusnya seharga Rp 260.000,-. Saya sendiri rencananya ingin memakai sendiri bonus pertama ini.

Namun, untuk langkah ke depan saya berpikir untuk mencari merek produk lain yang berasal dari Asia atau Indonesia. Tantangan untuk memomulerkan merek baru pasti berbeda dengan merek yang sudah terkenal seperti Oriflame. Maunya lho, kesampaian atau tidak, menyusul. Bervisualisasi dulu.

SM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s