Perjalanan-Saya

Agustus-an


27 Agustus 2006

Bulan Agustus di dalam keluarga saya adalah bulan yang istimewa. Pertama adalah tanggal 17 Agustus yang merupakan hari kemerdekaan secara kebetulan juga hari kelahiran bapak. Tanggal 31 Agustus adalah giliran hari kelahiran adik saya, Aditya Satya Nugroho.

Pada tanggal 17 yang lalu, bapak mentraktir keluarganya makan di Muara Angke. Helda, ipar saya yang paling bergembira. Dia suka sekali suasana Muara Angke dan masakan kepiting menjadi menu favoritnya. Saya lebih memilih cumi, itu pasti. Mungkin hanya Dede, panggilan adik saya, yang kurang menyukai makanan laut. Dia pernah mengalami kejadian tidak mengenakkan sewaktu kecil karena tersedak duri dan kapok.

Perayaan 17 Agustus-an di perumahan saya tidak terlalu ramai. Memang ada perlombaan untuk anak-anak dan bapak-bapak, malam ini juga baru ada panggung hiburan. Namun, saya sendiri tidak ikut menonton. Padahal waktu saya kecil, saya termasuk yang paling senang dengan datangnya 17 Agustus. Saya dan Dede selalu ikut dalam berbagai macam lomba. Biasanya dapat juara dan membawa hadiah alat-alat sekolah ke rumah. Tapi itu dulu ketika keluarga masih tinggal di Kompleks Polisi Munjul.

Belum lagi beberapa hari sesudahnya akan ada panggung hiburan dan seingat saya pernah dua kali mengikuti panggung itu. Saya menjadi penari. Saya sangat suka menari bahkan sampai hari ini. Hanya sekarang tidak tersalurkan padahal saya suka sekali. Tarian yang saya tunjukkan adalah tarian modern dan selama kurang lebih dua sampai 4 minggu saya dan teman-teman berlatih gerakan. Seru sekali dan saya suka kerja tim dalam kelompok tari.

Panggung hiburan di kompleks saya sangat besar dan saya ingat begitu gugup untuk tampil di depan begitu banyak orang. Tapi untuk menari dengan baik memang diperlukan adrenalin yang cukup agar tarian yang dimainkan dengan semangat. Waktu dulu, perayaan 17 Agustusan sangat ramai dikunjungi orang. Acara dilakukan pada malam hari. Waktu itu saya masih di Sekolah Dasar.

Pada masa SD itu juga, adik saya ikut kelas main suling di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Setiap minggu dia datang ke sana dan tampil pada acara Hari Kebangkitan Nasional di Lubang Buaya. Dia juga belajar menari daerah dan tidak malu didandani. Sepertinya dia juga suka menari. Semuanya perlahan berubah ketika masa remaja (SMP dan SMA). Saya dan Dede berusaha masuk dalam peran gender yang mapan dan 17 Agustus-an juga menjadi kurang ramai.

Bulan Agustus ini semakin bermakna karena pada 17 Agustus itu juga bapak akan memasuki masa pensiun alias menjadi purnawirawan. Dia tidak lagi ngantor, tidak punya anak buah, dsb. Bulan depan, rencananya bapak dan saya akan ke Porong, Sidoarjo. Kami ingin menengok keluarga dan rumah kami di Pandaan, Pasuruan.

SM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s